Tips Jaga Ponsel dari Aksi Peretasan dan Penipuan Digital

Telkomsel membagikan sejumlah tips untuk menyelamatkan ponsel dari ancaman-ancaman digital maupun penipuan. VP ICT Security Management Telkomsel Yohannes Glen menuliskan intinya diperlukan edukasi untuk masyarakat supaya mau menyelamatkan data-data personal yang ditabung di ponsel.

Glen mengatakan tahapan kesatu untuk menyelamatkan ponsel ialah dengan keinginan para pemakai guna senantiasa memodernisasi perangkat empuk dalam ponsel.

Dengan adanya pembaruan terbaru, Glen menuliskan malware riskan bisa ditangkal. Kendati demikian, Glen mengakui kesadaran masyarakat untuk memodernisasi perangkat empuk masih kurang.

“Selalu anda perbaharui ke latest update. Bagi hindari hal riskan yang dapat dieksploitasi. Ini pun masih rendah kesadaran guna perbarui, seringkali karena sayang kuota data,” ujar Glen di kantor Telkomsel, Jakarta Selatan.

Glen mengatakan tahapan kedua ialah pemakai mesti menginstall software Anti Malware guna menghindari serangan malware. Glen menuliskan menurut survei yang ia dapat, dua dari tiga pemakai ponsel tidak pernah mengunduh software keamanan di ponsel.

Padahal ponsel sering dipakai sebagai lokasi penyimpanan data-data individu seperti nomor tabungan dan pin, kata sandi, nomor KTP, dan lain-lain

“Kesadaran anda lemah untuk mengayomi ponsel. Padahal tidak sedikit yang cuma-cuma mobile security. Aplikasi ini dapat deteksi bila ada apa-apa,” ujar Glen.

Langkah ketiga ialah jangan pernah menyalurkan kata sandi dalam format apa juga ke pihak berwenang. Glen menuliskan pihak bank maupun Telkomsel tidak pernah meminta kata sandi sebagai format menjaga privasi pelanggan.

“Banyak penipuan menyatakan dirinya tersebut pihak berwenang dan mohon pin lantas password, dari kami tersebut tidak bakal pernah mohon hal itu,” kata Glen.

Langkah keempat ialah Glen menganjurkan supaya pemakai memakai kata sandi yang kuat. Kata sandi ialah kombinasi variasi huruf, angka, huruf besar dan kecil, lantas tanda baca.

“Pakai yang isinya tidak dapat ditebak, kalau dapat jangan tanggal lahir, tidak boleh angka 0 semua. Kemudian pakai Multi Factor Authentication. Di Telkomsel gunakan SMS one time password dan sedang dikembangkan ke Biometric Scanner,” ujar Glen.

Baca Juga :