Syarat-syarat Shalat Jum’at

Berdiri Ketika Khutbah

Diriwayatkan dari Jabir bin Hasan bahwa para sahabat melihat kafilah makanan datang ke madinah dan mereka dalam kelaparan saat itu. Jabir berpendapat bahwa al lahwu di sini adalah seruling, sedangkan menurut Mujahid adalah drum. Katakanlah sesuatu yang disisi allah yakni pahala untuk mendengarkan khutbah dan mauidhah, itu lebih utama dari pada senda gurau dan berdagang.
Dan mereka meninggalkanmu dalam keadaaan berdiri. Ayat ini menunjukkan bahwa khutbah itu berdiri. A’mas bin Ibrahim meriwayatkan bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Alqomah, apakah Nabi khutbah berdiri atau duduk? Dia menjawab apakah Kau tidak membaca ayat dan mereka meninggalkanmu dalam keadaaan berdiri. Hashin dari Salim dari Jabir meriwayatkan bahwa dulu pernah datang kafilah dari Syam ketika Rasulullah sedang berkhutbah. Kemudian sahabat berpaling kepadanya dan meninggalkan Nabi dan 12 lelaki. Maka turun ayat ini. Ja’far bin Muhammad meriwayatkan dari ayahnya dari Jabir bahwa Nabi saat itu sedang khutbah kemudian datang kafilah dan manusia pun keluar untuk menuju kafilah tersebut sehingga tersisa dua belas laki-laki. Abu Bakar berkata bahwa Ibnu Fudhail dan Ibnu Idris berselisih pendapat pada hadis pertama. Ibnu Fuhdail mengatakan bahwa matan hadisnya adalah kami shalat dengan Nabi. Ibnu Idris menyatakan bahwa matan hadis itu adalah Nabi berkhutbah. Mungkin yang dikehendaki dengan sholat menurut pendapat Ibnu Fudhail adalah akan melaksanakan shalat, sebab orang yang menunggu shalat itu hukumnya sama dengan orang sedang shalat. Kemudian Abdullah bin Muhammad bercerita dari Hasan dari Abdurrazak berkata bahwa Abdullah bin Mu’ammar dari Al Hasan, bahwa saat itu sahabat lapar dan harga barang mahal; kafilah datang ketika Nabi berkhutbah; kemudian mereka berpaling kepada kafilah itu dan Nabi ditinggal berdiri; Nabi berkata, andaikan orang-orang yang tersisa mengikuti orang-orang itu, maka sungguh lembah ini akan terbakar oleh api.

2.4 Syarat-syarat Shalat Jum’at

2.4.1 Syarat Wajib Shalat Jum’at
Syarat yang mewajibkan seseorang mengerjakan shalat jum’at ada 7, yaitu :
1. Beragama Islam
2. Dewasa
3. Berakal Sehat
4. Merdeka
5. Laki-laki
6. Sehat Jasmani
7. Bermukim (bukan musafir)

RECENT POSTS