Struktur Ascomycota

Struktur Ascomycota

Struktur Ascomycota

Struktur Ascomycota

Ascomycetes bereproduksi secara aseksual

(vegetatif) dengan cara menghasilkan spora aseksual dalam jumlah yang sangat besar yang sering kali tersebar oleh angin. Spora aseksual ini dihasilkan pada ujung hifa yang terdapat dalam rantai yang panjang atau berkelompok. Ascomycetes memiliki tahapan dikariotik yang lebih panjang yang dihubungkan dengan pembentukan askokarpus. Reproduksi secara seksual (generatif) menghasilkan spora yang mirip kantung (Campbell, etal., 2003).


Reproduksi Ascomycota terjadi secara aseksual dan seksual. Pada Ascomycotamultiselular, reproduksi aseksualnya terjadi dengan cara membentuk konidia. Konidia merupakan spora aseksual yang dibentuk di ujung konidiofor. Konidiofor sendiri adalah hifa yang termodifikasi membentuk tangkai sporangium. Reproduksi secara seksual pada Ascomycotauniselular terjadi dengan cara konjugasi Askus merupakan struktur mirip kantung yang mengandung spora (askospora).


Adapun pada Ascomycota multiseluler, reproduksi seksualnya terjadi dengan cara perkawinan antara hifa haploid (n) yang berbeda jenis, yaitu hifa positif dan hifa negatif. Hifadikariotik(berinti dua) merupakan hifa yang terbentuk pada saat penyatuan hifa positif dan hifa negatif. Pada hifadikariotik, ujung-ujungnya akan membentuk askus. Askus tersebut akan berkelompok membentuk tubuh buah (askokarp).


Ascomycetes merupakan golongan jamur yang memiliki ciri dengan spora yang terdapat di dalam kantung yang disebut askus. Askus adalah sel yang membesar yang di dalamnya terdapat spora yang disebut akospora. Setiap askus biasanya memiliki 2-8 askospora. Kelompok ini memiliki 2 stadium perkembangbiakan yaitu stadium konidium atau stadium seksual dan stadium askus atau stadium aseksual. Kebanyakan ascomycetes bersifat mikroskopis, sebagian kecil bersifat makroskopis yang memiliki tubuh buah (Gandjardkk.,2006).


Baca Juga :