Sejarah Keluarga

Sejarah Keluarga

Sebagaisuatu bidang riset, sejarah keluarga (family history) mulai muncul pada tahun 1950-an sebagai bagian tumbuhnya minat terhadap sejarah ekonomi dan sejarah social (wall, 2000:340-341). Dimana para ahli sejarah mencari informasi mengenai keluarga dari berbagai sumber, mulai dari dokumen – dokumen legal, catatan kasus – kasus pengadilan, sejarah nama – nama keluarga, lukisan lama, naskah perjanjian, dan berbagai penggalian arkeologis di lokasi – lokasi milik pribadi, maupun milik public untuk mengungkap cikal bakal kehidupan keluarganya (Gotain, 1978; Rawson, 1906; Gardner, 1985).

  1. Sejarah Etnis

Pada umumya sejarah etnis (etnohistory) ditulis untuk merekonstruksi sejrah dari kelompok – kelompok etnis sejak sebelum datangnya bangsa eropa sampai dengan interaksi mereka dengan orang – orang eropa. Sejarah etnis tersebut mulai digunakan secara umum oleh pakar antropologi, arkeologi, dan sejarawan sejak tahun 1940-an (Sjamsuddin, 1996:215). Contoh sejarah etnis adalah sejarah etnis Aztec, maya, aborigin, dan maori.

Adapun ruang lingkup sejarah etnis ini mencakup kajian – kajian yang meliputi aspek – aspek social, ekonomi, kebudayaan, kepercayaan masyarakat, interaksi dalam lingkungan masyarakat atau kelompok, kekerabatan, perubahan – perubahan social – budaya, migrasi, dsb. Untuk menyusun sejarah etnis yang baik, diperlukan suatu pembahasan yang bersifat interdisipliner untuk mengungkap secara mendalam dari berbagai aspek kehidupan.

  1. Sejarah Psikologi dan Psikologi Histori

Mungkin benar tulisan peter burke dalam “History and Social Theory” yang menyebtkan bahwa sampai sekarang ini peranan psikologi masih agak marginal dalam historiografi, dan alasanya banyak yang menyandarkan pada relasi psikologi dan sejarah (Burke, 2001:170).

  1. Sejarah Pendidikan

Sejarah pendidikan memiliki substansi yang luas, baik yang menyangkut tradisi dan pemikiran – pemikiran berharga dari para pemimpin besar pendidikan, system pendidikan, dan pendidikan dalam hubunganya dengan sejumlah elemen – elemen penting dan problematic, khususnya dalam perubahan social yang menyangktu aliran – aliran. Yaitu, perenialisme, esensialisme, rekonstruksionisme, konstruksionisme, dan progresifisme. Pendekatan pembelajaranya dapat menyangkut tentang psikologi belajar behaviorisme gestalt, humanism, kognitifisme, bahkan sampai psikologi belajar kecerdasan majemuk gardner.

Sumber :

https://multiply.co.id/bagaimana-kabar-program-1000-startup-kini/