Sejarah Demografi

 Sejarah Demografi

Sebenarnya sejarah demografi sudah ada sejak dulu, ketika John Graunt mempublikasikan “Natural and Political Observations made upon the bills Mortality” (1662).

  1. Sejarah Politik

Dalam sejarah lama, sejarah politik memiliki kedudukan yang dominan dalam historiografi barat. Akibatnya, timbul tradisi yang kokoh bahwa sejarah konvensional adalah sejarah politik (Kartodirdjo, 1992:46). Karakteristik utama dalam sejarah konvensional adalah bersifat deskriptif – naratif. Dalam hal itu, proses politik diungkapkan melalui satu dimensi politik belaka. Dalam sejarah politik gaya lama, biasanya mengutamakan diplomasi dan peranan – tokoh – tokoh besar serta pahlawan – pahlawan yang berpengaruh besar.

Berbeda dengan sejarah politik gaya baru yang sifatnya multidimensional, karena sejarah politik dibuat lebih menarik, mengingat eksplanasinya lebih luas, mendalam, dan tidak terjebak dalam determinisme historis (Kartodirdjo, 1992:49). Cakupan analisisnya pun lebih luas, karena struktur kekuasaan, kepemimpinan, para elite, otoritas, budaya politik, proses mobilisasi, jarinan – jarinan politik dalam hubunganya dengan system – system dan proses social, ekonomi, dan sebagainya pun turut dibahas.

  1. Sejarah Kebudayaan Rakyat

Sebenarnya agak sulit untuk membedakan sejarah kebudayaan dengan sejarah kebudayaan rakyat atau the history of popular culture. Kesulitan itu secara teoritik tidak membedakan secara eksplisit antar “kebudayaan atas” dengan “kebudayaan Bawah”. Namun secara realitas – empiric, perbedaan ini tampak bukan dalam struktur, melainkan praksisnya.

  1. Sejarah Intelektual

Secara filosofis hubungan sejarah dengan intelektual lebih erat dengan aliran fenomenologi yang mengkaji tentang fenomena – fenomena atau apa saja yang tampak. Dalam suatu fakta sejarah, ragamnya dapat berupa artifact (benda), socifact (hubungan social), dan mentifact (kejiwaan). Namun, perlu dicatat disini, bahwa tidak semua bentuk kesadaran meninggalkan bekas. Banyak sekali peninggalan – pennggalan yang ikut musnah terbawa sampai ke liang lahat. Disinilah sejarawan dituntut keahlianya untuk dapat merekam kesadaran tersebut yang menyangkut dengan alam pikiran manusia masa lalu yang menjadi pusat perhatian sejarah intelektual. Karena, alam pikiran itu sendiri memiliki struktur yang bertahan lama dan dapat direkam.

Sumber :

https://urbanescapesusa.com/dell-emc-gelar-ajang-teknologi-def-2017/