Rumah Adat Papua

Rumah-rumah tradisional Papua – Indonesia adalah negara yang kaya akan keanekaragaman adat dan budaya. Setiap daerah memiliki karakteristik berbeda, salah satunya adalah Papua. Di pulau Irian ada rumah tradisional Papua yang unik untuk masing-masing sukunya.

Rumah-rumah tradisional memiliki arsitektur yang indah. Tidak jarang turis lokal dan asing mengunjunginya, baik untuk belajar atau hanya menghabiskan liburan. Papua adalah salah satu pulau di bagian timur Indonesia, yang terdiri dari dua provinsi, yaitu Papua Barat dan Papua, yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini.

Rumah Adat Papua

Wilayah Papua adalah yang terbesar di antara provinsi-provinsi lain. Tidak mengherankan, Papua memiliki budaya etnis yang bervariasi sesuai dengan suku. Masyarakat Papua masih mendukung adat istiadat sukunya.

Ini diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Adat masih berlangsung sehingga budaya suku mereka tetap berkelanjutan. Meskipun sedikit berbeda dari bagian lain di Indonesia, penduduk Papua sangat menghargai perbedaan di antara orang-orang.

PASAL INDEKS

Rumah Adat Papua dan penjelasannya
1. Honai
Fitur khas rumah tradisional Honai Papua
Rumah adat Honai Papua dan fungsinya
2. Ebai
3. Damai
4. Kariwari
Bentuk dan struktur rumah adat Papua Kariwari
5. Rumsram
Bentuk dan struktur rumah tradisional Papua Rumsram
Rumah Adat Papua dan penjelasannya
Selain kebiasaan sehari-hari, rumah tradisional Papua memiliki bentuk dan filosofi yang berbeda, bahan untuk membangun rumah adat tidak sama. Ini membuat Papua semakin eksotis. Nama rumah tradisional meliputi:

1. Honai
Rumah adat Papua Honai

Honai adalah rumah tradisional Papua yang menampung suku Dani. Honai biasanya dihuni oleh pria dewasa. Honai berasal dari kata “hun” atau pria dan “ai” yang berarti rumah.

Biasanya Honai ditemukan di lembah dan pegunungan. Dinding rumah ini terbuat dari kayu dengan atap jerami berbentuk kerucut, sekilas mirip jamur.

Rumah tradisional Bali
Bentuk atap ini berfungsi untuk melindungi permukaan dinding dari air hujan, juga mengurangi dinginnya lingkungan di sekitarnya.

Fitur khas rumah tradisional Honai Papua
Rumah ini tidak memiliki jendela, hanya sebuah pintu. Rumah ini memiliki ketinggian 2,5 meter dan memiliki ruangan sempit yaitu sekitar 5 meter. Ini bertujuan untuk menahan suhu rendah di pegunungan. Di tengah ada lingkaran yang berfungsi sebagai tempat menyalakan api untuk menghangatkan tubuh dan penerangan.

Rumah adat Honai Papua dan fungsinya
Kamar di rumah ini terdiri dari dua lantai. Lantai atas berfungsi sebagai tempat tidur sementara bagian bawah berfungsi sebagai area berkumpul dan beraktivitas. Orang menggunakan rumput kering sebagai bantal untuk tidur. Meski sederhana, namun rumah ini tetap menarik.

Bagian bawah Honai biasanya juga digunakan sebagai deposit untuk mumi, yaitu tubuh yang diawetkan. Fungsi lain dari rumah Honai adalah seperti tempat menyimpan senjata perang, benda cagar budaya dan simbol adat suku.

2. Ebai
Rumah Adat Papua
Ebai berasal dari kata “ebe” yang merupakan tubuh dan “ai” yang berarti rumah. Ini karena perempuan adalah tempat untuk hidup seumur hidup. Ebai digunakan untuk melakukan proses pendidikan untuk anak perempuan, terutama ibu akan mengajarkan hal-hal yang harus dilakukan ketika mereka menikah.

Ebai juga merupakan tempat tinggal bagi para ibu, anak perempuan dan anak-anak. Tetapi anak laki-laki yang tumbuh dewasa akan pindah ke Honai.

Rumah Ebai mirip dengan Honai, tetapi memiliki dimensi yang lebih pendek dan lebih kecil. Terletak di sisi kanan atau kiri Honai dan pintu tidak sejajar dengan pintu utama.

3. Damai
Rumah Adat Papua

Wamai adalah tempat yang digunakan sebagai pena untuk hewan peliharaan. Hewan yang biasa digunakan sebagai ternak oleh suku-suku di Papua seperti ayam, babi, anjing dan lainnya.

Rumah tradisional Maluku
Bentuk-bentuk Wamai pada umumnya berbentuk bujur sangkar tetapi ada juga bentuk-bentuk lain, sangat fleksibel tergantung pada ukuran dan jumlah hewan yang dimiliki oleh masing-masing keluarga.

4. Kariwari
Rumah Adat Papua
Kariwari adalah rumah tradisional Papua yang dihuni oleh suku Tobati-Enggros yang tinggal di tepi Danau Sentani, Jayapura. Rumah ini adalah rumah khusus untuk pria berusia sekitar 12 tahun.

Rumah ini digunakan untuk mendidik anak-anak ini tentang apa yang perlu dilakukan oleh pria seperti pengalaman hidup dan mencari nafkah.

Mereka diajari untuk menjadi orang yang bertanggung jawab, berani, dan kuat. Pelajaran yang bisa diambil termasuk membangun kapal, berkelahi, membuat senjata, dan memahat.

Sumber : https://santinorice.com/

Author: soo4r