Prinsip Kontekstual, Fungsional,  Integratif, dan Apresiatif dalam Kurikulum

 Prinsip Kontekstual, Fungsional,  Integratif, dan Apresiatif dalam Kurikulum

 Prinsip Kontekstual, Fungsional,  Integratif, dan Apresiatif dalam Kurikulum

 Prinsip Kontekstual, Fungsional,  Integratif, dan Apresiatif dalam Kurikulum

Dalam Kurikulum 2004, kita dianjurkan melaksanakan prinsip kontekstual, integratif, fungsional,dan apresiatif. Agar dapat melaksanakan keempat prinsip tersebut dengan baik, akan dijelaskan sebagai berikut:

  1. Prinsip Kontekstual

Purnomo (2002:10) mengungkapkan bahwa kontekstual adalah pembelajaran yang dilakukan secara konteks, baik konteks linguistik maupun konteks nonlinguistik.Sementara Depdiknas (2002:5) menjelaskan bahwa pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang mengaitkan materi yang diajarkan dengan dunia nyata peserta didik dan mendorong peserta didik membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.Selanjutnya, dijelaskan pula bahwa pembelajaran kontekstual melibatkan tujuh komponen untuk pembelajaran efektif, yaitu konstruktivisme, menemukan, bertanya, masyarakat belajar, pemodelan, refleksi, dan penilaian sebenarnya.

  1. Konstruktivisme (Constructivism)

Dalam teori konstruktivisme dijelaskan bahwa struktur pengetahuan dikembangkan oleh otak manusia melalui dua cara, asimilasi dan akomodasi. Asimilasi maksudnya struktur pengetahuan baru dibangun atas dasar pengetahuan yang sudah ada.Sementara itu, akomodasi adalah struktur pengetahuan yang sudah ada dimodifikasi untuk menampung dan menyesuaikan hadirnya pengalaman baru.Dalam pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia sehari-hari di kelas, dapat diwujudkan dalam bentuk peserta didik disuruh menulis, mengarang, atau bercerita di depan kelas.

  1. Menemukan (Inquiry)

Komponen inkuiri merupakan bagian inti dari kegiatan pembelajaran berbasis kontekstual.Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta didik bukan hasil mengingat seperangkat fakta, melainkan dari hasil menemukan sendiri. Kegiatan inkuiri dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1)   Merumuskan masalah

2)   Mengamati/melakukan observasi

3)   Menganalisis dan menyajikan hasil

4)   Mengkomunikasikan kepada pembaca

  1. Bertanya (Questioning)

Bertanya merupakan strategi utama dalam pembelajaran berbasis kontekstual. Tujuan bertanya adalah untuk menggali informasi, mengkonfirmasikan apa yang sudah diketahui, dan mengarahkan perhatian kepada aspek yang belum diketahuinya. Kegiatan bertanya dapat diterapkan dalam bentuk ketika peserta didik berdiskusi, bekerja dalam kelompok, menemui kesulitan, mengamati sesuatu. Kegiatan bertanya ini dapat dilakukan antara sesama peserta didik, guru dengan peserta didik, peserta didik dengan guru, peserta didik dengan nara sumber.

  1. Masyarakat Belajar (Learning Community)

Ciri kelas berbasis masyarakat belajar adalah pembelajaran dilakukan dalam bentuk kelompok-kelompok. Hasil pembelajaran diperoleh dari kerja sama. Kelompok belajar disarankan terdiri atas peserta didik yang memiliki kemampuan heterogen.Sehingga, peserta didik yang pandai bisa mengajari yang lemah, peserta didik yang sudah tahu membimbing yang belum tahu, dan peserta didik yang memiliki gagasan dapat segera menyampaikan usulnya.Kelompok belajar bisa bervariasi, baik jumlah, maupun keanggotaannya, bisa juga melibatkan peserta didik di kelas atasnya.

  1. Pemodelan (Modeling)

Pemodelan dalam pembelajaran dilakukan dengan cara memberikan model atau contoh yang perlu ditiru. Apabila guru merasa kurang mampu membacakan puisi, atau bermain drama, tidak perlu cemas karena guru bukan satu-satunya yang dapat dijadikan model. Guru dapat meminta bantuan kepada teman sejawat, atau mendatangkan pihak luar, pembaca puisi, atau pemain drama yang sudah terkenal. Sehinnga, guru dapat melaksanakan pembelajaran puisi drama lewat model tadi.Demikian pula dalam pembelajaran menulis atau mengarang, guru dapat memberikan contoh-contoh tulisan yang baik kepada peserta didik.

  1. Refleksi(Reflection)

Refleksi adalah cara berpikir tentang apa yang baru dipelajari atau berpikir ke belakang tentang apa yang baru dilakukan. Refleksi juga merupakan tanggapan terhadap kegiatan yang baru dilakukan atau pengetahuan yang baru diterima.Pada akhir pembelajaran, guru menyediakan waktu sejenak agar peserta didik melakukan refleksi. Kegiatan refleksi ini dapat diwujudkan dalam bentuk:

1)   pernyataan langsung tentang semua yang diperolehnya,

2)   catatan di buku peserta didik,

3)   kesan dan saran peserta didik tentang pembelajaran yang telah

4)   berlangsung,

5)   diskusi; dan

6)   hasil karya.

 

https://bengkelharga.com/heroes-wanted-apk/