Point Integrated

Point Integrated

Point Integrated

Point Integrated

Point Integrated

Cara ini dimaksudkan untuk mendapatkan konsentrasi sedimen pada suatu titik dari suatu vertikal/raai. Umumnya cara ini dilakukan pada sungai yang lebar dan dengan penyebaran konsentrasi sedimen yang bervariasi.

Pelaksanaan kegiatan dilapangan

a) Rencanakan pada penampang melintang sungai berapa jumlah vertikal/raai pengukuran yang akan dilakukan.

b) Sebaiknya jarak antara raai adalah sama, agar supaya konsentrasi sedimen dan kecepatan aliran pada masing-masing raai yang berdekatan mempunyai perbedaan yang kecil.

c) Dalam satu raai, pengambilan sampel sedimen dilakukan pada beberapa titik kedalaman dengan mengunakan alat integrated sampler.

d) Perlu pengukuran kecepatan aliran disetiap titik pengambilan sampel sedimen untuk mengetahui waktu yang diperlukan untuk mengambil sampel sedimen.

3.2 Depth Intergreted
Pengambilan sampel sedimen dengan cara ini adalah untuk mengetahui kadar sedimen rata-rata untuk satu vertikal/rai. Pelaksanaan pengambilan dengan cara ini adalah menggerakkan (menurunkan atau menaikan) alat pengambil sedimen dari atas permukaan air sampai mancapai dasar sungai dan menaikkan kembali hingga mencapai permukaan air kembali harus dengan kecepatan gerak alat yang sama. Waktu yang diperlukan untuk menurunkan dan menaikkan alat pengambil sampel ditentukan berdasarkan kecepatan aliran rata-rata pada lokasi pengambilan sampel sedimen dan “Nosel” yang dipasang pada alat tersebut.

Gambar 3 – Hubungan antara lamanya waktu pengisian botol sampel dengan kecepatan alairan rata-rata serta ukuran diameter

Dengan cara ini maka pada setiap vertikal/raai, sampel suspensi ditampung dalam satu (1) botol.

3.2.1 Metode Pengambilan Sampel
A) Equal Discharge Increment (EDI)

Dalam metode ini penampang sungai dibagi atas beberapa bagian (sub-penampang) dimana setiap bagian ini harus mempunyai debit aliran yang sama.

Pengambilan sampel sedimen perlu dilaksanakan pada bagian tengah dari setiap sub-penampang tersebut seperti terlihat dalam gambar 4 dibawah ini.

Gambar 4 – Pengambilan sampel sedimen dengan cara EDI

Misalnya pada setiap sub-penampang direncanakan menampung 25 % dari total debit (atau akan dilakukan pengambilan sampel sedimen pada empat vertikal), maka pengambilan sedimen harus dilaksanakan pada vertikal yang mempunyai besar aliran kumulatif sebesar 12 %, 38%, 62%, dan 88%

Bilamana akan dilakukan pengambilan tiga (3) sampel maka pengambilan sampel sedimen dilakukan pada vertikal yang mempunyai besar aliran kumulatif sebesar 1/6, 3/6 dan 5/6 dari debit total pada penampang tersebut.

Dalam gambar ini terlihat bahwa:

W1 ¹ W2 ¹ W3 …… ¹ Wn

Q1 = Q2 = Q3 ………= Qn

V1 » V2 » V3 ……..» Vn

Keterangan:

W : jarak antara vertikal

Q : debit per segmen

V : volume sampel sedimen ( misalnya berkisar antara 350-400 ml)

B) Equal Width Increment (EWI)

Dalam metode ini penampang sungai dibagi atas beberapa bagian dimana setiap bagian mempunyai jarak yang sama satu sama lainnya seperti terlihat dalam gambar 11.5 dibawah ini.

Jumlah vertikal ditetapkan berdasarkan kondisi aliran dan sedimen serta tingkat ketelitian yang diinginkan.

Lokasi pengambilan sampel sedimen ditentukan dengan cara rata-rata tengah.

Misalnya: Lebar sungai adalah 53 m, Jumlah vertikal ditetapkan 10 buah

Maka jarak vertikal diambil setiap 5 m

Dengan demikian maka lokasi pengukuran adalah pada raai yang terletak pada meteran: 2.5, 7.5, 12.5, 17.5, 22.5, 27.5, 32.5, 37.5, 42.5, 47.5

Dalam gambar ini terlihat bahwa:

W1 = W2 = W3 …… = Wn

Q1 ¹ Q2 ¹ Q3 ………¹ Qn

V1 » V2 » V3 ……..» Vn

Keterangan:

W : jarak antara vertikal

Q : debit per segmen

V : volume sampel sedimen ( misalnya berkisar antara 350-400 ml)

Sumber : https://synthesisters.com/the-sprout-apk/