Perbedaan Antara Filsafat, Agama dan Ilmu

Perbedaan Antara Filsafat, Agama dan Ilmu

  1. Filsafat

Pengertian filsafat dapat ditinjau dari dua segi, yakni segi semantik dan segi praktis.

Dari segi semantik, filsafat berasal dari kata falsafah (Arab) philosopia (Yunani) yang berarti philos atau cinta, suka (loving), dan sophia berarti pengetahuan, hikmah (wisdom) (Hanafi,1990:3). Jadi, philosophia berarti cinta kepada kebijaksanaan atau cinta kebenaran.

Dari segi praktis, filsafat berarti alam pikiran atau alam berfikir. Berfilsafat artinya berpikir, namun tidak semua berpikir berarti berfilsafat. Berfilsafat adalah berpikir secara mendalam dan sungguh-sungguh dan. Jadi, filsafat ditinjau dari sagi praktis adalah ilmu yang mempelajari dengan sungguh-sungguh hakikat kebenaran segala sesuatu. (Sholikin, KH. Muhammad, “Filsafat dan Metefisika Dalam Islam; Sebuah Penjelajahan Nalar, Pengalaman Mistik, dan Perjalanan Aliran Manunggaling Kawula-Gusti”,(Jakarta: Narasi, 2008).

Filsafat adalah induk pengetahuan, filsafat adalah teori tentang kebenaran. Filsafat mengedepankan rasionalitas, pondasi awal dari segala macam disiplin ilmu yang ada. Filsafat juga bisa diartikan sebagai ilmu pengetahuan yang menyelidiki dan memikirkan segala sesuatunya secara mendalam dan sungguh-sungguh, serta radikal. Sehingga mencapai hakikat segala situasi tersebut. Filsafat bersifat spekulatif. Mendekati agak mutlak. Kebenaran dari filsafat kadang berupa keragu-raguan (relative) yang belum bisa dipastikan kebenarannya.

  1. Agama

Dari segi semantic, Agama berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti ‘ke sini’. Gam a = gaan, go = gehen berarti ‘jalan-jalan’, sehingga dapat berarti peraturan-peraturan, ajaran, kumpulan hukum-hukum. Pendeknya, apa saja yang turun-temurun dan ditentukan oleh adat kebiasaan.

Dalam Upacada tertulis sebagai berikut: “Agama berasal dari bahasa Sansekerta a dan gam. A artinya tidak dan gam artinya pergi. Jadi, kata tersebut artinya “tidak pergi”, yang berarti di tempat, langgeng diwariskan secara turun-temurun (Parisada Hindu Darma, 1968: 77).

Dari segi praktis, agama sulit untuk didefinisikan dan dilukiskan. Karena keragaman perspektif dan wordview yang digunakan oleh bermacam-macam suku dan bangsa dunia. Walaupun agama tak mempunyai definisi yang diterima secara universal, namun di sini penulis mencoba memberikan definisi; Agama lahir sebagai pedoman dan panduan bagi kehidupan manusia. suatu keyakinan yang mempercayai bahwa manusia berasal dari Tuhan dan akan kembali kepada Tuhan. Agama lahir tidak didasari dengan riset, rasis,ataupun uji coba. Melainkan lahir dari proses peciptaan zat yang berada di luar jangkauan manusia. Agama diyakini berasal dari Tuhan dengan wahyu-wahyu-Nya. Agama adalah suatu perantara yang bisa mengantarkan manusia mencapai kepuasan hidup yang tidak bisa di dapat dalam ilmu-ilmu lain. Kebenaran agama bersifat mutlak atau absolute.

 

https://mitranet.co.id/alien-zone-raid-apk/