Penyebab terjadinya kredit macet

 Penyebab terjadinya kredit macet

Timbulnya kredit macet ini disebabkan oleh para nasabah atau debitur yang tidak mau membayar kewajibannya dikarenakan adanya faktor-faktor yang mempengaruhinya. Kasus kredit macet ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti faktor ekstern dan faktor intern dari koperasi itu sendiri. Faktor ekstern yang bisa mempengaruhi terjadinya kredit macet adalah kondisi ekonomi secara makro, sedangkan faktor intern yang dapat mengakibatkan timbulnya kredit macet adalah prosedur pemberian kredit yang tidak jelas dan lemahnya sistem pengawasan. Selain faktor-faktor tersebut masih banyak faktor-faktor lain yang mempengaruhi terjadinya kredit macet ini, seperti:

  • Kolektibilitas adalah keadaan yang menunjukkan sejauh mana kemampuan koperasi mengumpulkan pendapatan bunga.
  • Stabilitas penjualan merupakan tingkat kelancaran penjualan atau usaha dari para anggota.
  •  Komitmen anggota koperasi merupakan suatu keadaan atau hubungan yang erat antara anggota kepada koperasi yang menandakan adanya suatu kondisi dimana para anggota bersedia melakukan apapun demi kemajuan koperasi.
  1. Dampak yang ditimbulkan oleh kredit macet

Kredit bermasalah dapat mempengaruhi perputaran kas, dimana dengan munculnya kredit bermasalah, dana yang telah diberikan kreditur kepada debitur untuk sementara atau seterusnya tidak kembali lagi kepada pihak yang meminjamkannya. Oleh karena itu, dana yang seharusnya dapat dipinjamkan lagi kepada para debitur lain yang membutuhkannya untuk mendanai operasi atau perluasan operasi bisnis mereka, tidak dapat diberikan lagi. Dengan demikian, perputaran kas terhenti dan seluruh dampak positif yang dapat ditimbulkan oleh penyaluran kredit tidak dapat terjadi. Perputaran kas yang rendah karena jumlah persediaan kas yang minim yang disebabkan oleh adanya kredit bermasalah, akan mengakibatkan pihak pemberi pinjaman tersebut mengalami risiko likuiditas atau liquidity risk. Dimana risiko likuiditas terjadi apabila lembaga keuangan tidak memiliki dana untuk memenuhi semua penarikan oleh deposan, pemegang polis, atau pemegang unit penyertaan reksa dana terbuka. Sehingga pemberi pinjaman tersebut dikatakan tidak likuid, karena bank tersebut tidak bisa membayar kewajiban utang jangka pendeknya.

  1. solusi untuk masalah kredit macet

Sebelum menyalurkan kreditnya, pihak kreditur harus melakukan perencanaan dan analisis kredit, agar kredit yang disalurkan mencapai sasaran, yaitu aman. Artinya kredit tersebut harus diterima kembali pengembaliannya secara teratur, tertib, dan tepat waktu, sesuai dengan perjanjian antara kreditur dengan nasabah sebagai penerima dan pemakai kredit, sehingga perputaran kas lancar dan tingkat likuiditas pemberi pinjaman tinggi sehingga bisa membayar utang j