Penghapusan UN: Didukung Jokowi, Dikritisi DPR hingga Jusuf Kalla

Penghapusan UN Didukung Jokowi, Dikritisi DPR hingga Jusuf Kalla

Penghapusan UN: Didukung Jokowi, Dikritisi DPR hingga Jusuf Kalla

Penghapusan UN Didukung Jokowi, Dikritisi DPR hingga Jusuf Kalla

Penghapusan UN Didukung Jokowi, Dikritisi DPR hingga Jusuf Kalla

Mendikbud Nadiem Makarim membuat gebrakan perdana dengan kebijakan ‘Merdeka Belajar’,

salah satunya dengan menghapus Ujian Nasional (UN) mulai tahun 2021. Di tahun tersebut, UN akan digantikan dengan asesmen kompetensi dan survei karakter.

Keputusan Nadiem menghapus Ujian Nasional diapresiasi

sejumlah pihak, termasuk Presiden Joko Widodo. Menurut Jokowi, asesmen kompetensi akan diterapkan tidak hanya kepada siswa saja, tetapi juga sekolah dan guru.
“Yang diasesmen adalah sekolah, guru dan juga ada yang namanya survei karakter. Dari situ bisa dijadikan evaluasi pendidikan kita sampai ke level mana. Nanti sudah dihitung,” ujar Jokowi, Kamis (12/12).
“Artinya, mau tidak mau nanti setiap sekolah akan ada angka-angkanya, yang angkanya di bawah grade tentu saja harus diperbaiki dan diinjeksi sehingga bisa naik levelnya. Akan kelihatan sekolah mana yang perlu disuntik,” jelasnya.
Namun, di sisi lain, Komisi X DPR justru menilai keputusan ini harus dipikirkan baik-baik. Dalam rapat bersama Nadiem, mereka tak ingin penghapusan UN hanya menjadi kelinci percobaan saja.

“Apa yang dimaksud asesmen, apakah guru guru kita

sudah siap melaksanakan asesmen siswa dan survei karakter? Karena di saat yang bersamaan, sarana prasarana kita belum memadai,” kata Ketua Komisi X Syaiful Huda.
Ketua DPR, Puan Maharani
Ketua DPR Puan Maharani di Gedung Parlemen RI. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Selain itu, Ketua DPR Puan Maharani juga meminta Nadiem Makarim tak tergesa-gesa menghapus Ujian Nasional pada tahun 2021. Ia meminta agar kebijakan itu tidak merugikan siswa sekolah. Sebelum menghapus UN, sebaiknya Nadiem lebih meningkatkan kualitas guru.
“Jangan terburu-buru, kita lihat dan jangan sampai merugikan anak murid. Kemudian siswa juga, orang tuanya dan yang pasti kualitas guru itu yang harus ditingkatkan,” kata Puan.

 

Sumber :

https://www.kakakpintar.id/