Organisasi Mahasiswa Halmahera Tengah Serukan Spirit Merawat Nusantara di Malang

Organisasi Mahasiswa Halmahera Tengah Serukan Spirit Merawat Nusantara di Malang

Organisasi Mahasiswa Halmahera Tengah Serukan Spirit Merawat Nusantara di Malang

Organisasi Mahasiswa Halmahera Tengah Serukan Spirit Merawat Nusantara di Malang
Organisasi Mahasiswa Halmahera Tengah Serukan Spirit Merawat Nusantara di Malang

Keluarga Besar Mahasiswa Halmahera Tengah (KBM Halteng) bercita-cita agar organisasi ini

dapat menjadi wadah aktualisasi diri dalam segala aspek, baik pengalaman maupun gagasan konstruktif yang dapat membumi di kota Malang. Selain itu, juga menjadikan organisasi ini sebagai wahana intelektual dan pemersatu etnik dan golongan.

“Di usia yang masih belia ini konsistensi kita harus tetap terawat sebagaimana visi pendiri bangsa ini, yaitu merawat Nusantara dan seisinya,” kata penggagas KBM Halteng, Muh Marjan Halek di Malang, Kamis (24/11).

Semangat merawat Nusantara itu, kata Halek merupakan tema Dies Natalis II Keluarga Besar Mahasiswa

(KBM) Halmahera Tengah (Hal-Teng) Malang bertajuk “Progres Dalam Berkarya dan Menjunjung Tinggi Nilai-Nilai Fagogoru” yang akan digelar pada Sabtu (26/11) mendatang.

Sementara, Ketua umum II KBM Hal-Teng Malang, M. Hasib S.Z mengajak seluruh anggota KBM Hal-Teng memiliki karya dalam bentuk apapun yang sesuai dengan konsentrasi disiplin ilmu masing-masing.

“Karya yang akan dilahirkan itu setidaknya mengandung nilai dan falsafah Fagogoru sebagai cerminan

identitas kedaerahan,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Hasib, banyaknya organisasi mahasiswa di kota Malang yang berbasis kedaerahan tidak dapat dipungkiri akan mewarnai kompetisi dengan berbagai bentuk dan dinamikanya. Fenomena bentrok antar Organisasi Daerah (Orda) yang kian menghawatirkan, juga menjadi perhatian KBM Halteng untuk melakukan rekonsiliasi demi merawat kesatuan bangsa. Dalam konteks itulah, pada Dies Natalis ini, KBM Halteng akan mengundang lebih kurang 30 orda mahasiswa di Malang.

“Tujuannya untuk bersilaturahmi dan terus menjaga hubungan kekeluargaan antar daerah untuk menghindari terjadinya konflik yang mengatasnamakan suku atau derah,” ujar Hasib.

Diketahui, Mahasiswa Hal-Teng yang melanjutkan studinya di kota Malang saat ini telah mendirikan sebuah Organisasi paguyuban yang berbasis Sosio kultural pada 09 November 2014. Organisasi ini diprakarsai oleh 12 mahasiswa asal Hal-Teng dengan tujuan untuk berhimpun dan menyalurkan ide-ide briliannya dalam rangka menjawab tantangan daerah di era yang kompetitif ini. (rls)

 

Sumber :

https://www.emailmeform.com/builder/form/It98Lqf67pWUf0fd4BRcwf

Author: soo4r