Mengenal Langkah-Langkah Konseling

Mengenal Langkah-Langkah Konseling

Mengenal Langkah-Langkah Konseling

Mengenal Langkah-Langkah Konseling
Mengenal Langkah-Langkah Konseling

Brammer, Abergo & Shostrom (dalam Lubis 2011:83) memberikan langkah- langkah konseling tersebut sebagai berikut:

Langkah 1      : Membangun Hubungan

            Membangun hubungan dijadikan langkah pertama dalam konseling, karena klien dan konselor harus saling mengenal dan menjalin kedekatan emosional sebelum sampai pada pemecahan masalahnya. Pada tahapan ini, seorang klien perlu mengetahui sejauh mana kompetensi yang dimiliki konselor. Selain itu, konselor tidaklah mudah tanpa adanya kepercayaan, dan klien tidak akan membuka dirinya pada konselor. Oleh karena itu, seorang konselor harus menunjukkan bahwa ia dapat dipercaya dan kompeten menangani masalah klien.

              Willis (dalam Lubis 2011:83) mengatakan bahwa dalam hubungan konseling harus terbentuk a working relationship yaitu hubungan yang berfungsi bermakna dan berguna. Konselor dan klien saling terbuka satu sama lain tanpa ada kepura- puraan. Selain itu, konselor dapat melibatkan klien terus menerus dalam proses konseling. Konselor juga dapat meminta klien agar berkomitmen menjalani konseling dengan sunggung-sungguh. Meminta kesediaan klien melakukan komitmen perlu dilakukan untuk mencegah klien menghindar/ menolak komitmen yang telah disepakati.

Langkah 2      : Identifikasi dan Penilaian Masalah

            Apabila hubungan konseling telah terjalin baik, maka langkah selanjutnya adalah mulai mendiskusikan sasaran- sasaran spesifik dan tingkah laku seperti apa yang menjadi ukuran keberhasilan konseling.Konselor perlu memperjelas tujuan yang ingin dicapai oleh mereka berdua.Hal penting dalam langkah ini adalah bagaimana keterampilan konselor dapat mengangkat isu dan masalah yang dihadapi klien.Pengungkapan masalah klien kemudian diidentifikasi dan didiagnosis secara cermat. Seringkali klien tidak tidak begitu jelas mengungkapkan masalahnya, atau ia hanya secara samar menjelaskannya. Apabila hal ini terjadi, konselor harus membantu klien mendefenisikan masalahnya secara tepat agar tidak terjadi kekeliruan dalam diagnosis.

Langkah 3      : Memfasilitasi Perubahan Konseling

       Langkah berikutnya adalah konselor mulai memikirkan alternative pendekatan dan strategi yang akan digunakan agar sesuai dengan masalah klien. Harus dipertimbangkan pula bagaimana konsekuensi dari alternative dan strategi tersebut. Jangan sampai teknik pendekatan dan strategi yang digunakan bertentangan dengan nilai- nilai yang terdapat pada diri klien, karena akan menyebabkan klien otomatis menarik dirinya dan menolak terlibat dalam proses konseling.

       Ada beberapa strategi yang dikemukakan oleh Willis (2011:27) untuk dipertimbangkan dalam konseling :

1        Mengomunikasikan nilai- nilai inti agar klienselalu jujur dan terbuka sehingga dapat menggali lebih dalam masalahnya.

2        Menantang klien untuk mencari rencana dan strategi baru melalui berbagai alternatif. Hal ini akan membuatnya termotivasi untuk meningkatkan dirinya sendiri.

3        Setelah alternatif dan strategi disusun dengan matang, maka langkah selanjutnya adalah melakukan intervensi pada klien. Dalam hal ini konselor harus mengevaluasi terus- menerus apakah ada kemajuan dalam proses konseling, atau malah menyadari bahwa intervensi yang digunakan tidak tepat sehingga harus dicari kembali alternatif dan strategi yang baru.

Langkah 4      : Evaluasi dan Terminasi

            Langkah keempat ini adalah langkah terakhir dalam proses konseling secara umum. Evaluasi terhadap konseling akan dilakukan secara keseluruhan. Yang menjadi ukuran keberhasilan konseling akan tampak pada kemajuan tingkah laku klien yang berkembang ke arah yang lebih positif. Pertanyaan evaluasi yang penting mencakup: Apakah hubungan ini telah memberi kemajuan pada diri klien? Sejauh mana membantu? Bila tidak, mengapa hal itu bisa terjadi? Apakah semua sasaran strategi telah tercapai? Dan sebagainya.

              Menurut Willis dalam Namora (2011: 86) pada langkah terakhir sebuah proses konseling akan ditandai pada beberapa hal :

1        Menurunnya tingkat kecemasan klien.

2        Adanya perubahan perilaku klien kea rah yang lebih positif, sehat dan dinamis.

3        Adanya rencana hidup di masa mendatang dengan program yang jelas.

4        Terjadinya perubahan sikap positif. Hal ini ditandai dengan klien sudah mampu berpikir realistis dan percaya diri.

 

(Sumber: https://pengajar.co.id/)

Author: soo4r