Ketentraman sebagai makna hakiki manusia beradab

Ketentraman sebagai makna hakiki manusia beradab

Dalam keseharian selalu saja ada masalah yang menggelayuti setiap manusia, entah si kaya atau si miskin masalah akan selalu datang menghampiri. Setiap permasalahan yang ada akan selalu membuat ketentraman manusia sedikit terusik, baik itu masalah kecil ataupun masalah yang besar semua tergantung manusia itu sendiri yang menyikapinya.

ketentraman manusia tidak akan pernah hadir selama manusia masih berkecimpung dan  bergejolak dalam perputaran roda kehidupan. Kententraman manusia akan selalu terusik selamanya sebelum manusia itu menutup mata, namun terkadang matipun manusia masih menyisakan ketidaktentraman bagi seorang yang percaya akan takhayul. Pendek kata manusia tidak akan pernah tentram dari mulai ia menghirup kehidupan sampai ia menghembuskan nafas terakhirnya untuk kehidupan.
Banyak harta dan berlimpah tidak akan menjamin manusia itu akan hidup tentram, pasti ada saja masalahnya entah dari diri sendiri, orang sekitar atau lingkungannya atau harta benta itu sendiri pasti ada celah untuk menjadikan sesuatu itu masalah. Sebab harta yang di peroleh ada dua cara jalan yang mempengaruhinya, entah itu  jalan buruk atau jalan baik. Bila harta benda yang di dapat melalui jalan baik maka harta benda yang di simpannya akan terus bertambah apalagi sebagian harta yang baik itu di belanjakan di jalan yang baik pula . Seperti menyumbang untuk anak yatim piatu, panti jompo dan amal sedekah yang akan memberikan syafaat di akhirat kelak.
Namun apabila harta benda yang telah di perolehnya dari jalan yang buruk maka penghasilan itu bukan saja tidak bermanfaat,  akan tetapi  sesuatu saat  akan menjadi masalah yang besar dan menjadi batu sandungan yang akan menghukum dirinya sendiri. Dijaman sekarang ini manusia terus berlomba untuk mendapatkan segalanya, mereka menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kekayaan yang sesaat.  Padahal mereka tahu dan mengerti bahwa harta yang telah di dapatnya sesuatu saat nanti tidak akan di bawanya serta. Disinilah dibutuhkan sebuah keimanan dalam menentukan ketentraman manusia yang dapat dilihat secara baik dan benar agar jalan menuju keabadian akan sesuai apa yang telah di gariskan oleh Sang Maha Pencipta. Bahwa Manusia di utus kedunia untuk memberikan ketentrman kepada mahluk lainnya dan mengatur agar kehidupan manusia dapat tertata sempurna dalam beribadah kepada-Nya, sebagai rasa syukur dari mahluk kepada Tuhan-Nya.

Kedamaian sebagai makna hakiki manusia beradab

Tak satu pun agama yang memberikan toleransi terhadap kekerasan, baik terhadap diri sendiri ataupun orang lain. Bukan semata-mata ajaran agama itu yang melarang, melainkan karena kekerasan bertentangan dengan fitrah manusia dan nilai-nilai kemanusiaan. Kekerasan akan menghancurkan manusia dan peradabannya yang telah dibangun sejak permulaan manusia itu ada. Manusia dan peradabannya selalu mendambakan terbangunnya perdamaian dan kedamaian sejati, bukan perdamaian yang dibuat-buat (semu) karena berbagai motif yang terselubung dan tidak bertanggung jawab. Perdamaian yang diharapkan adalah perdamaian yang didasarkan cinta kasih sesama sebagai makhluk Tuhan, yang mempunyai beban dan tanggung jawab sama di muka bumi, yaitu mewujudkan perdamaian itu sendiri. Karena peradaban manusia selalu diwarnai pertentangan dan kepentingan, maka Tuhan memberi petunjuk berupa agama untuk membimbing manusia kepada jalan yang benar atau jalan perdamaian. Peradaban dan budaya yang tidak dibimbing oleh agama akan membawa sengsara dan pertentangan.

RECENT POSTS