Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab

Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab

Kemanusiaan Yang Adil dan BeradabKemanusiaan Yang Adil dan Beradab

Kesadaran akan kehendak tentang kemanusiaan adalah jiwa yang merasakan bahwa manusia itu ingin selalu berhubungan. Manusia yang satu memerlukan manusia lainnya dan sebaliknya, maka manusia harus bermasyarakat ( H.A.W Wijaya 2000 : 15). Hidup manusia tidak lepas dari hubungan dengan manusia lain, tanpa berhubungan ataupun bermasyarakat manusia tidak dapat memenuhi kebutuhannya. Dengan ini pula manusia disebut sebagai makhluk sosial.

Dalam sila ini, Bangsa Indonesia mengutarakan pentingnya memandang persamaan manusia, seperti persamaan hakikat, martabat, hak, dan kewajiban. Utamanya dalam menggunakan hak azasi manusia. Hak azasi ini diakui oleh undang-undang, tidak hanya di Indonesia namun di seluruh dunia. Dalam sila ini diperlukan pula peraturan-peraturan untuk membatasi agar tidak sampai terjadi kesewenang-wenangan terhadap orang lain.

Banyak hal yang dapat dilakukan para generasi muda untuk mengimplementasikan nilai-nilai sila ini pada kehidupan sehari-hari utamanya pada era modern kini, seperti :

1)      Mengakui persamaan derajat dan persamaan hak serta kewajiban antar sesama,

2)      Tidak membedakan perlakuan terhadap sesama karena disebabkan oleh perbedaan suku, keturunan, warna kulit, agama, dan status sosial,

3)      Mengembangkan sikap tenggang rasa,

4)      Saling mencintai, menghargai, dan menghormati sesama manusia,

5)      Melakukan kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan dengan tujuan membantu meringankan beban penderitaan orang lain,

6)      Berani membela kebenaran dengan dasar keadilan.

Di era modern ini, Pancasila mampu menjadi pedoman, utamanya bagi para generasi muda untuk menumbuhkan rasa kemanusiaan, sesuai dengan sila ke-2. Diharapkan pula pada penanaman nilai Pancasila dengan upayanya, menghapuskan permasalahan-permasalahan dengan latar belakang kemanusiaan.

Persatuan Indonesia

Mengacu pada semboyan Bangsa Indonesia “ Bhineka Tunggal Ika”, yang berasal dari bahasa Sansekerta dengan mengutip dari kitab Sutasoma, karangan Mpu Tantular. Semboyan itu berarti “berbeda-beda tapi tetap satu jua”, mencerminkan bahwa Bangsa Indonesia adalah bangsa kepulauan dengan berbagai kemajemukan di dalamnya dan dapat bersatu.

Bangsa Indonesia bukan merupakan bangsa yang dimiliki oleh suatu etnis tertentu saja, Bangsa Indonesia adalah milik bersama. Dalam memersatukan Indonesia peran generasi muda juga berpengaruh, pada Kongres Sumpah Pemuda para pemuda dari berbagai etnis bersepakat untuk bersatu, dan peristiwa itu menjadi landasan awal terwujudnya persatuan Indonesia.

Pada Sila ini dapat ditanamkan nilai-nilai kesatuan dalam berbangsa. Dimana kesatuan itu meliputi : Ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya. Bangsa Indonesia juga merupakan bangsa yang berbeda dengan bangsa lain dan memiliki kekhasan sendiri. Tercermin dari bersatunya Indonesia dengan perbedaan- perbedaan yang ada. Dalam hal ini pula rasa nasionalisme sangat diperlukan guna memperkokoh persatuan Indonesia.

Upaya yang dapat diamalkan para generasi muda saat ini dapat dilakukan dalam berkehidupan berbangsa dan bertanah air, diantara lain :

1)      Memiliki kebanggaan berbangsa dan bertanah air Indonesia,

2)      Ikut serta dalam upaya bela negara,

3)      Berperan aktif dalam usaha pembangunan nasional,

4)      Rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara,

5)      Menempatkan persatuan, kesatuan, kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi atau golongan,

6)      Mengikuti jejak-jejak para pahlawan bangsa yang telah berjasa membela tannah air dengan berbagai kegiatan,

7)      Memiliki jiwa nasionalisme dan patriotisme yang tinggi.

Pada era modern ini, penanaman rasa nasionalisme pada generasi muda adalah faktor terpenting guna mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa. Melihat dari pembahasan sisi historis diatas, bahwa tekad untuk memersatukan Indonesia dan rasa nasionalisme para generasi muda terdahulu dapat dijadikan sumber inspirasi dan motivasi guna membangun rasa nasionalisme.

Oleh karenanya, generasi muda sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa yang besar terpanggil untuk melestarikan dan mengembangkan jiwa persatuan tersebut disertai dengan sikap rela berkorban untuk kepentingan nasional serta memupuk rasa kebangsaan sbagai bangsa Indonesia dimanapun ia berada (H.Muzayin Ar, 1990 : 27).


Sumber: https://dosenpendidikan.id/