kalimat zikir

Pengertian Zikir

Zikir berasal dari kata ذكر-يذكر-ذكرا, yang artinya menyebut, mengingat, memerhatikan, menuturkan, menjaga, mengambil pelajaran, mengenal, dan mengerti. Kata Zikir pada mulanya memiliki arti “mengucapkan dengan lidah atau menyebut sesuatu. Maka ini kemudian berkembang menjadi mengingat”. Karena mengingat sesuatu sering kali mengantar lidah menyebutnya. Demikian juga menyebut menyebut dengan lidah dapat mengantarkan hati untuk mengingat lebih banyak lagi apa yang harus disebut-sebut itu, disebut sifat, perbuatan, atau peristiwa yang berkaitan dengannya.
Dzikrullah dapat mencakup penyebutan nama Allah atau ingatan menyangkut sifat-sifat atau perbuatan Allah, surga atau neraka-Nya, rahmat dan siksa-Nya, perintah dan larangan-Nya, wahyu dan segala yang dikaitkan dengan-Nya. Biasanya perilaku Zikir diperlakukan orang hanya dalam bentuk renungan, yang sebenarnya Zikir itu bersifat implementatifdalam variasi yang aktif dan kreatif.
Berikut adalah ayat Al-Qur’an yang dapat dijadikan sebagai sebagai dalil disyariatkannya Zikir:
فَاذْكُرُوْنِيْ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْالِيْ وَلَاتَكْفُرُوْنِ
”Karena itu, ingatkah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu.” (QS Al-Baqarah:152).[2]

C. Macam-macam Zikir

Zikir terbagi menjadi beberapa macam yaitu sebagai berikut :
a. Zikir lisany (zikir lidah) yaitu menyebut nama Allah dengan lidah, bunyinya berupa kalimat subhanallah, alhamdulillah, shalawat, istighfar dan asma’ul husna. Zikir ini ada yang menyebut zikir Syari’at, dan zikir ini poin pahalanya paling rendah dibandingkan dengan macan zikir yang lain.
b. Zikir Qalby (zikir hati) yaitu menyebut nama Allah dengan hati kalimat tasbih, tahil, takbir, tahmid, taqdis, hauqolah, tarji’, istighfar. Zikir jenis ini poin pahalanya lebih banyak 70kali lipatatu lebih dibandingkan zikir lisan, karena zikir qalby tidak diketahui oleh orang lain sehingga keikhlasannya dapat lebih terjaga. Zikir ini juga disebut zikir tarikat (jalan untuk mencapai tingakatan zikir berikutnya).
c. Zikir Aqly (zikir pikir) yaitu memikirkan arti, makna, dan maksud, yang terkandung dalam kalimat-kalimat zikir. Zikir ini disebut juga tafakur (memikirkan) dan tadabur (merenungkan) yaitu merenungkan keesaan dan kekuasaan Allah sebagaimana yang tersurat dalam kalimat zikir yang diucapkan.
d. Zikir Ruhy (zikir roh) yaitu kembalinya roh terhadap fitrah atau asal kejadiannya saat berada dalam arwah, menyaksikan dan membuktikan wujudnya Tuhan secara langsung tanpa perantara. Zikir ini disebut juga zikir makrifat, dan ini tingkatan zikir tertinggi.[3]


Sumber: https://voi.co.id/jasa-penulis-artikel/