Jalur Rel Ganda KA Bogor – Sukabumi Resmi Dibangun

Jalur Rel Ganda KA Bogor - Sukabumi Resmi Dibangun

Jalur Rel Ganda KA Bogor – Sukabumi Resmi Dibangun

Jalur Rel Ganda KA Bogor - Sukabumi Resmi Dibangun

Jalur rel ganda kereta api lintas Bogo

Sukabumi resmi dibangun. Groundbreaking pembangunan jalur rel ganda sepanjang total 57 kilometer mulai dari Cigombong Bogor hingga Cicurug Sukabumi ini, dilakukan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo didampingi oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono d, di desa Benda Kecamatan Cicurug, tepatnya di area Perumahan Griya Benda Asri, Jumat (25/12/2017).

Pembangunan jalur KA ganda

Pembangunan jalur KA ganda ini didorong oleh kondisi jalan raya yang menghubungkan Sukabumi-Bogor-Jakarta yang sudah jenuh. Dibutuhkan waktu 6 jam untuk menempuh jarak kurang lebih 112 km dari Jakarta hingga Sukabumi begitupun sebaliknya, dari waktu tempuh yang seharusnya hanya 4 jam. Hal ini dialami sendiri oleh Jokowi sebelum menjabat sebagai presiden yang pernah menggunakan kendaraan roda empat dari Bogor ke Sukabumi dengan memakan waktu sampai 6 jam.

“Saya pernah mencoba naik mobil dari Bogor ke Sukabumi tanpa pengawalan sebelum jadi Presiden memakan waktu 6 jam padahal jaraknya hanya 60 km, macet dimana-mana harusnya paling lama 2 jam,” ujar Jokowi.

Jokowi meminta agar hal tersebut tidak terjadi lagi

Oleh sebab itu pemerintah menargetkan tahap pertama pembangunan jalur ganda KA pada segmen Bogor – Paledang – Cicurug sepanjang 26,7 km selesai pada tahun 2019. Sedangkan pada segmen Cicurug – Sukabumi sepanjang 30,5 km pekerjaan konstruksi ditargerkan selesai di tahun 2020. “Saya saja sudah engga kuat apalagi masyarakat. Saya sudah perintahkan agar jalur ganda ini segera dimulai dan hari ini kita mulai pengerjaannya kita harapkan selesai 2020 rampung seluruhnya,” terangnya.

Jalur ganda KA yang menelan biaya APBN sebesar Rp 2,45 Triliun ini nantinya akan mampu mengangkut penumpang sebanyak 11 ribu orang perhari dari sebelumnya yang hanya 3 ribu orang di jalur tunggal.

Dalam pembangunannya Presiden Jokowi meminta agar menggunakan pola padat karya, yaitu memperbanyak sumber daya manusia dan mengurangi alat berat yang tidak dibutuhkan. Jokowi sendiri akan meninjau progres pembangunnya setiap 6 bulan sampai 1 tahun sekali. “Saya tadi sudah perintahkan Pak Menteri agar pengerjaan jalur ganda ini pakai pola padat karya jangan memakai alat-alat berat terlalu banyak sehingga akan banyak orang yang akan bekerja di dalam proyek ini. Akan saya cek nanti 6 bulan atau setahun kedepan progresnya seperti apa,” kata Jokowi.

Lintas Jakarta – Bogor – Sukabumi

Pada lintas Jakarta – Bogor – Sukabumi sudah terhubung dengan moda transportasi KA. Untuk lintas Jakarta – Bogor sepanjang 55 Km sudah berjalur ganda dan sudah terelektrifikasi. Sedangkan lintas Bogor – Sukabumi sepanjang 57 km ini masih jalur tunggal. “Saat ini dengan menggunakan KA lama waktu perjalanan ditempuh selama 3,5 jam, sekarang dapat berkurang apabila jalur ganda ini sudah dibangun,” kata Menhub Budi Karya Sumadi.

Selain itu kata Menhub, wilayah Jabar bagian selatan khususnya Bogor dan Sukabumi memiliki banyak potensi ekonomi seperti pariwisata, perdagangan, industri, properti dan pangan. “Potensi ini diharapkan jadi lebih maksimal apabila jalur KA ganda telah beroperasi, ini untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi kawasan,” lanjut Budi.

Ia berharap selain penumpang umum, pelaku industri dan perdagangan pun mau beralih untuk pengangkutan barang dari moda transportasi berbasis jalan raya menjadi menggunakan moda transportasi berbasis rel.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher)

Sementara itu, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) mengungkapkan, pengembangan jalur ganda KA Bogor – Sukabumi merupakan bagian dari revitalisasi jalur KA Bogor-Sukabumi-Cianjur-Padalarang yang secara jalur besarnya merupakan bagian dari lintas KA Bogor – Yogyakarta.

Pada jalur KA Bogor – Sukabumi – Padalarang sepanjang kurang lebih 140 km, jalur yang kini aktif sepanjang 95 km yang membentang dari Bogor sampai Cianjur. Sedangkan jalur yang belum aktif sepanjang 45 km membentang dari Cianjur ke arah Padalarang. “Pada jalur aktif Bogor – Sukabumi sepanjang 57 km ini dengan perjalanan frekuensi KA penumpang tiga kali perjalanan pulang pergi perhari dan untuk jalur Sukabumi – Cianjur sepanjang 38 km telah beroperasi KA Siliwangi dengan frekuensi tiga kali perjalanan pulang pergi perhari. Ini sudah sangat membantu masyarakat untuk mengatasi kemacetan,” ungkap Aher.

Gubernur berharap

Pembangunan jalur ganda KA Bogor – Sukabumi dan revitalisasi Cianjur – Padalarang dapat mengurangi kepadatan angkutan pada jalur mobil dan motor. “Kami juga berharap pembangunan ini dapat memangkas waktu tempuh perjalanan dari Bogor ke Sukabumi yang semula 2 jam menjadi 1 jam,” harapnya.

“Ini adalah jalur yang sangat spesial bagi saya yang terlahir di Sukabumi dan sepanjang 10 tahun terakhir ini Bogor -Sukabumi adalah kawasan yang paling macet jadi jalur ganda KA ini betul-betul penyelesaian, kabar baik bagi masyarakat,” tambah Aher.

Usai melaksanakan grounbreaking, presiden Jokowi, Menteri PUPR dan Gubernur Aher meninjau proyek bendungan sukamahi di daerah Gadog dan bendungan Ciawi di Kabupaten Bogor.

Sumber : https://sel.co.id/