Ikut Olimpiade, Guru pun Tegang

Ikut Olimpiade, Guru pun Tegang

Ikut Olimpiade, Guru pun Tegang

Ikut Olimpiade, Guru pun Tegang
Ikut Olimpiade, Guru pun Tegang

Begitu pula Yenny. Meski begitu, dia mengatakan sudah mengerjakan soal semampunya.

”Ya, dikerjakan sebisanya,” ujarnya, lalu tersenyum. Guru mata pelajaran IPS itu sudah mengetahui hasil tes olimpiade yang dikerjakan. Sebab, OGN yang dilaksanakan dengan berbasis komputer tersebut memiliki fitur yang bisa langsung mengecek nilai. Kendati demikian, Yenny tidak bersedia menyebutkan nilainya. Kemarin dia tidak sendiri. Ada 361 guru SD dan SMP yang mengikuti kegiatan itu. Mereka terbagi atas tiga sesi ujian yang masing-masing berlangsung dua jam.
Ikut Olimpiade, Guru pun Tegang
DAG-DIG-DUG: Para guru mengerjakan soal Olimpiade Guru Nasional 2017 tingkat Kota Surabaya. (Puji Tyasari/Jawa Pos/JawaPos.com)

Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Surabaya Mamik

Suparmi menyatakan, para peserta olimpiade akan dipilih yang terbaik. Yakni, peringkat I, II, III untuk jenjang SD dan peringkat I, II, III untuk jenjang SMP per mata pelajaran. Ada mata pelajaran IPA, IPS, matematika, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris.

Menurut dia, olimpiade itu digelar untuk melihat kompetensi guru. Baik secara profesional maupun pedagogis. ”Ada soal kognitif dan implementatif dalam pedagogi,” ucapnya. Total ada seratus soal yang dikerjakan masing-masing guru.

Mengenai materi, Mamik menyebutkan bahwa kisi-kisinya berasal dari pusat. Soal-soal yang disajikan tergolong high order thinking (HOT) atau memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. ”Karena betul-betul ingin tahu kompetensi guru,” paparnya.

OGN, lanjut dia, merupakan sebuah lomba. Nilai tertinggi adalah pemenangnya.

Tidak ada nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM). Meski begitu, OGN bisa dijadikan warming-up untuk mengetahui kompetensi guru secara mandiri. ”Setidaknya, guru tahu nilainya di atas atau di bawah KKM,” katanya. Sekadar diketahui, KKM dalam uji kompetensi guru adalah 6,5.

Dari OGN tingkat kota, pemenangnya akan berlanjut ke tingkat provinsi. Lalu, ada seleksi lagi ke tingkat nasional. Istimewanya, tahun ini Surabaya merupakan satu-satunya OGN yang berbasis komputer. ”Surabaya mengawali, biasanya pakai kertas,” terangnya.

Mamik mengapresiasi para guru yang mengikuti OGN. Sebab, mereka bisa dan mau kembali belajar untuk mempersiapkan diri menjelang OGN. ”Mengevaluasi diri, jadi warming-up dengan soal yang tingkat kesulitannya tinggi sebelum UKG tahun depan,” imbuhnya.

 

Sumber :

https://www.storeboard.com/blogs/education/material-about-building-a-beam-room/965003

Author: soo4r