Hakikat Peradaban

Hakikat Peradaban

Hakikat Peradaban

Hakikat Peradaban

Peradaban berasal dari kata adab yang dapatdiartikansopan, berbudi pekerti, luhur, mulia, berakhlak, yang semuanya menunjuk pada sifat yang tinggi dan mulia. Huntington (2001) mendefinisikan peradaban sebagai the highest social grouping of people and the broadest level of cultural identity people have short of that which distinguish humans from other species. Peradaban tidak lain adalah perkembangan kebudayaan yang telah mendapat tingkat tertentu yang diperoleholehmanusia. Manusia berada badalah manusia yang mampu melaksanakan hakikatnya sebagaimanusia (monopluralissecara optimal).

Pernyataan Huntington sebagai teori yang seharusnya ada dan tetap melekat pada diri manusia di era modernisasi ini. Tetapi kenapa di zaman sekarang ini, manusia beradab seperti sulit untuk ditemui. Ada yang kelihatannya baik, tapi palsu. Dan terlebih lagi palsu lebih mudah untuk kelihatan. Muhammad A.S. Hikam (1999) dalam bukunya Demokrasi dan civil society memberikan definisi civil society sebagai wilayah kehidupan sosial yang terorganisasi dan bercirikan antara lain kesukarelaan (voluntary), keswasembadaan (self generating), keswadayaan (self-supporting), kemandirian yang tinggi berhadapan dengan Negara, dan keterikatan dengan norma atau nilai hukum yang diikuti oleh warganya.

EVOLUSI BUDAYA DAN WUJUD PERADABAN DALAM KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA

Untuk sejarah kebudayaan di Indonesia, R. Soekmono (1973), membagi menjadi empat masa, yaitu:

  • Zaman prasejarah, yaitu sejak permulaan adanya manusia dan kebudayaan sampai kira-kira abad ke-5 Masehi.
  • Zaman purba, yaitu sejak datangnya pengaruh India pada abad pertama Masehi sampai dengan runtuhnya Majapahit sekitar tahun 1500 Masehi.
  • Zaman madya, yaitu sejak datangnya pengaruh Islam menjelang akhir kerajaan Majapahit sampai dengan akhir abad ke-19.
  • Zaman baru/modern, yaitu sejak masuknya anasir Barat (Eropa) dan teknik modern kira-kira tahun 1900 sampai sekarang.
  • Peradaban tidak hanya berwujud dalam bangunan sebagai hasil teknologi fisik, tetapi juga dalam bidang sosial budaya.
  • Penemuan dan revolusi dibidang teknologi memengaruhi kehidupan sosial budaya masyarakatnya, dan juga sebaliknya. Selanjutnya, bidang sosial budaya mengubah banyak aspek dalam sejarah peradaban manusia itu sendiri.
  • Bidang social budaya mencakup sistem kekuasaan, system kepercayaan, tulisan perhubungan, dan organisasi social yang dibentuk kala itu.

Baca Juga :