Hak dan Kewajiban: Pengertian, Perbedaan dan Jenis-Jenis

Hak dan Kewajiban: Pengertian, Perbedaan dan Jenis-Jenis

Hak merupakan segala suatu hal yang mesti di peroleh oleh setiap orang yang sudah ada sejak lahir terutama sebelum saat lahir. Di dalam Kamus Bahasa Indonesia hak mempunyai pengertian tentang suatu suasana yang benar, milik, kepunyaan, wewenang, kekuasaan untuk jalankan suatu hal (karena sudah ditetapkan oleh undang-undang, aturan, dsb), kekuasaan yang benar berdasarkan suatu hal atau untuk menempuh sesuatu, derajat atau martabat. Sedangkan kewajiban merupakan suatu hal yang mesti dilaksanakan, keharusan (suatu suasana yang mesti dilaksanakan). Di dalam perjalanan histori, tema hak relatif lebih muda umurnya ketimbang bersama dengan tema kewajiban, meskipun di awalnya sudah lahir. tema hak baru “lahir” secara resmi pada tahun 1948 melalui deklarasi HAM PBB, sedangkan tema kewajiban (berkarakter umum) sudah lebih pernah lahir melalui ajaran agama di mana manusia berkewajiban menyembah Tuhan yakni Allah, dan mengamalkan kelakuan yang baik pada sesama.

Pengertian Hak dan Kewajiban Menurut Para Ahli
Pengertian Hak Menurut Para Ahli

Menurut Soerjono Soekanto
Hak bisa dibedakan menjadi 2 bagian yaitu:

Hak searah atau relatif. Pada dasarnya hak ini ada dalam hukum perikatan atau perjanjian. Misalnya hak menagih atau hak melunasi prestasi.
Hak jamak arah atau absolut, terdiri dari:
Hak dalam HTN (Hukum Tata Negara) pada penguasa menagih pajak, pada warga hak asasi.
Hak kepribadian, hak atas kehidupan, hak tubuh, hak kehormatan dan kebebasan.
Hak kekeluargaan, hak suami istri, hak orang tua, hak anak.
Hak atas objek imateriel, hak cipta, brand dan paten.
Menurut Prof. Dr. Notonegoro
Hak merupakan wewenang untuk menerima atau berbuat suatu yang semestinya di terima atau dijalankan tetap menerus oleh pihak tertentu dan tidak bisa oleh pihak lain manapun terhitung yang pada prinsipnya bisa dituntut secara paksa olehnya.

Menurut Salmond
Hak miliki 4 pengertian:

Hak dalam arti sempit, hak berpasangan bersama dengan kewajiban. Contohnya:
Hak yang melekat pada seseorang sebagai pemilik.
Hak yang tertuju kepada orang lain sebagai pemegang kewajiban pada hak dan kewajiban berkorelatif.
Hak bisa berisikan untuk kewajiban kepada pihak lain supaya jalankan kelakuan (comission) atau tidak jalankan (omission) suatu perbuatan.
Hak bisa miliki objek yang timbul dari comission dan omission.
Hak miliki titel, ialah suatu peristiwa yang menjadi dasar supaya hak itu melekat pada pemiliknya.
Hak Kemerdekaan. Merupakan hak mengimbuhkan kemerdekaan kepada seseorang untuk jalankan aktivitas yang diberikan oleh hukum tetapi tidak untuk menggangu, melanggar, menyalahgunakan supaya melanggar hak orang lain, dan pembebasan dari hak orang lain.
Hak Kekuasaan. Ialah hak yang diberikan untuk melalui jalur dan cara hukum, untuk membuat perubahan hak-hak, kewajiban-kewajiban, pertanggungjawaban atau lain-lain dalam hubungan hukum.
Hak Kekebalan atau imunitas. Yakni hak untuk dibebaskan dari kekuasaan hukum orang lain.
Menurut Curzon
Hak dikelompokan menjadi 5, yaitu:

Hak Sempurna. Contoh hak bisa dijalankan dan dipaksakan melalui hukum, dan hak tidak sempurna, perumpamaan hak yang dibatasi oleh kadaluwarsa.
Hak utama, yakni hak yang diperluas oleh hak-hak lain, hak tambahan, melengkapi hak utama.
Hak publik, marupakan hak yang ada pada masyarakat, negara dan hak perdata, ada pada seseorang.
Hak positif, adalah hak menuntut dilakukannya perbuatan, hak negatif supaya tidak melakukan.
Hak milik, yakni hak yang berkenaan bersama dengan barang dan hak teristimewa berkenaan bersama dengan kedudukan seseorang;

Pengertian Kewajiban Menurut Para Ahli
Menurut Prof. Dr. Notonegoro
Kewajiban adalah beban untuk mengimbuhkan suatu hal yang semestinya dibiarkan atau diberikan melulu oleh pihak tertentu tidak bisa oleh pihak lain manapun yang pada prinsipnya bisa dituntut secara paksa oleh yang berkepentingan. Kewajiban adalah suatu hal yang mesti dilakukan.

Menurut Curzon
Kewajiban dikelompokan menjadi 5, yaitu:

Kewajiban Mutlak. tertuju kepada diri sendiri maka tidak berpasangan bersama dengan hak dan nisbi melibatkan hak di lain pihak.
Kewajiban Publik. Dalam hukum publik yang berkorelasi bersama dengan hak publik ialah mesti mematuhi hak publik dan kewajiban perdata timbul dari perjanjian berkorelasi bersama dengan hak perdata.
Kewajiban Positif. Kewajiban ini menghendaki dijalankan suatu hal dan kewajiban negatif, tidak jalankan sesuatu.
Kewajiban Universal atau Umum. Kawajiban yang bertujuan kepada seluruh warga negara atau secara umum, bertujuan kepada golongan tertentu dan kewajiban khusus, timbul dari bidang hukum tertentu, perjanjian.
Kewajiban Primer. Kewajiban ini tidak timbul dari kelakuan melawan hukum. Contoh kewajiban untuk tidak mencemarkan nama baik dan kewajiban yang berbentuk memberi sanksi, timbul dari kelakuan melawan hukum perumpamaan membayar kerugian dalam hukum perdata.

Jenis-Jenis Hak dan Kewajiban
Jenis-Jenis Hak

Hak legal
hak yang didasarkan berdasarkan hukum dalam salah satu tatanan. Hak-hak legal berasal dari undang-undang, peraturan, hukum-hukum, atau arsip legal lainnya.

Hak moral
hak yang berperan dalam struktur moral. hak ethical didasarkan berdasarkan asas atau keputusan bermoral saja.

Hak khusus
hak yang nampak dalam suatu suatu hubungan tertentu pada beberapa individu atau karena peranan tertentu yang dimiliki oleh satu orang pada orang lain. Jadi, hak ini hanya dimiliki oleh satu atau beberapa orang.

Hak umum
hak yang dimiliki oleh segala manusia tanpa kecuali bukan karena hubungan atau peranan khusus, tetapi hanya karena dia manusia.
Dalam bhs Inggris hak umum ini dikenal alami right atau terhitung human right (hak asasi manusia).

Hak Positif
suatu hak berkarakter positif, jikalau saya mempunyai hak jikalau orang lain berbuat suatu hal untuk saya.

Hak negatif
suatu hak berkarakter negatif, jikalau saya bebas untuk jalankan suatu hal atau mempunyai sesuatu, dalam definisi: orang lain tidak bisa menjauhi saya untuk jalankan atau miliki suasana itu.
hak negatif terbagi menjadi 2, yakni:
– hak aktif (hak independensi).
hak untuk jalankan atau tidak berbuat seperti orang kehendaki. Orang lain tidak bisa menjauhi saya untuk jalankan seuatu.
– hak pasif (hak Keamanan).
hak untuk tidak diperlakukan orang lain atas keputusan khusus.

Hak individual
hak yang dimiliki oleh setiap individu.

Hak Sosial
hak yang dimiliki oleh badan populasi bersama dengan bersama dengan anggota-anggota lain.

Baca juga :