Hadapi Industri Global, Intip Perbedaan Pola Pendidikan di Singapura

Hadapi Industri Global, Intip Perbedaan Pola Pendidikan di Singapura

Hadapi Industri Global, Intip Perbedaan Pola Pendidikan di Singapura

Hadapi Industri Global, Intip Perbedaan Pola Pendidikan di Singapura

Hadapi Industri Global, Intip Perbedaan Pola Pendidikan di Singapura

Pola pendidikan di Singapura bisa menjadi contoh bagi Indonesia. Di negeri singa itu

, sekolah disinergikan dengan berbagai program berbasis keterampilan siap kerja. Di antaranya meliputi berbagai disiplin akademis. Hal itu menjawab tantangan industri global untuk mencetak lulusan yang siap pakai sesuai dengan kebutuhan industri global di masa depan.

The Management Development Institute of Singapore (MDIS) akan meluncurkan 22 program baru berbasis keterampilan yang siap kerja setelah sebelumnya membuka Sekolah Keperawatan pada Mei 2017. Program baru ini berkolaborasi dengan Edinburgh Napier University, yang termasuk top 5 persen universitas terbaik dunia menurut The Times Education World University. Program ini telah diikuti oleh 70 siswa untuk angkatan pertama.

Menurut Sekretaris Jenderal MDIS Dr R Theyvendran, program-program baru ini diharapka

n dapat mulai berjalan dalam waktu tiga tahun mendatang agar siswa dan kalangan profesional muda dapat meningkatkan dan memaksimalkan keterampilan mereka. Hal itu sejalan dengan visi dan arah masa depan MDIS.

“MDIS memiliki visi dan arah yang jelas untuk masa depan dan bagaimana mencapainya. Kemampuan kami untuk menciptakan nilai lebih kepada sektor industri terletak pada pendidikan berbasis keterampilan yang mampu mencetak lulusan berkualitas SDM tinggi dan mampu berkompetisi di pasar global,” kata Dr R Theyvendran di Jakarta, Kamis (21/9).

Berbagai program berbasis keterampilan yang diluncurkan MDIS secara umum menjangkau sembilan bidang keilmuan,

yakni Teknik (Engineering), Fesyen (Fashion), Makanan dan Minuman (Food & Beverages), Kesehatan dan Keselamatan (Health and Savety), Manajemen Pelayanan Kesehatan (Healthcare Management/Support), Ilmu Kesehatan (Life/Health Sciences), Teknologi Informasi (Information Technology), Kepemimpinan dan Manajemen SDM (Leadership and People Management), serta Media dan Komunikasi (Media and Communications). Menurutnya, pembelajaran MDIS bersifat berkelanjutan (lifelong learning) yang merupakan suatu komitmen untuk selalu meningkatkan keterampilan agar selalu siap menghadapi perkembangan industri di masa depan.

“Pertumbuhan akademis MDIS juga memungkinkan kepada para lulusan untuk tetap memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri di pasar global,” katanya.

Untuk memberikan sistem pembelajaran yang komprehensif, MDIS juga telah memperkenalkan Diploma Internasional dan Diploma yang lebih tinggi. MDIS juga memperkenalkan berbagai program yang kini sedang popular seperti keahlian dalam bidang Memasak (Cookery), kursus keterampilan singkat di bidang Fesyen (Fashion), seperti Membuat Pola (Pattern making), Seni Menghias (Fashion Draping), dan Teknik Menjahit (Sewing Techniques). Ada pula beberapa kegiatan di bidang media dan komunikasi yang tak kalah seru, seperti promosi dan pitching.

 

Sumber :

http://www.disdikbud.lampungprov.go.id/perencanaan/vokal-dan-konsonan.html