Faktor-faktor Penyebab Turunnya Moral di Masyarakat Indonesia

Faktor-faktor Penyebab Turunnya Moral di Masyarakat Indonesia – Masalah moralitas masyrakat Indonesia baik tersebut usia remaja sampai dewasa, kini ini telah menjadi problema umum dan adalahpertanyaan yang belum terdapat jawabannya. Seperti kenapa para remaja kita telah mengkonsumsi obat-obatan terlarang? kenapa semua remaja anda dengan bebasnya bergau dengan lawan jenis tanpa merasa risih dan malu? megapa semua pemiimpin di negeri anda sugguh gampang tersinggung, dan tidak malu pun mempertontonkan pertengkaran di muka umum? Mengapa begitu tidak sedikit para pemimpin ini tidak merasa malu memungut hak-hak orang kecil, laksana melakuka korupsi?. Pertanyaan-pertanyaan laksana yang telah diajukan meruapakan sederetan kecil dari masalah moral yang masih belum dapat hadapi.

Ketika berkata tentang moral, saya dan anda butuh tahu bahwa urusan ini erat kaitannya dengan perilaku masyarakat tersebut sendiri. Perilaku masyarakat yang membias dari aturan yang seharusnya menciptakan moral bangsa anda semakin buruk di mata negara lain. Kemerosotan moral ini bukanlah sebuah hal yang dapat dibanggakan sebab hal itulah yang menciptakan negara anda tampak tidak cukup berwibawa di dunia internasional. Ada sejumlah hal yang melatarbelakangi kemerosotan moral bangsa Indonesia dan urusan tersebut perlu diketahui sampai-sampai kita dapat menemukan penyelesaian yang terbaik dan menolong dalam solusi masalah tersebut.

a) Penyalalah gunaan sebagian doktrin moral

Tidak diragukan lagi bahwa sebagian doktrin moral sudah dan masih terus bakal disalahgunakan dalam berbagai format dan cara. Mereka yang sudah dirasuki ketamakan, terutama bilamana mempunyai kekuatan dan pengaruh, tidak bakal ragu-ragu dalam menggunakan segala teknik untuk menjangkau tujuannya. Penelitian ilmiah, terlepas dari kebenaran landasannya, terkadang di[ergunakan untuk mengerjakan penindasan, tirani, menyiksa ruang belajar buruh.

b) Penyalahgunaan Konsep-Konsep Moral

Sama urusan nya dengan doktrin moral, konsep-konsep dari moral juga disalahgunakan. Seringkali ditemui, kebebasan ditindas atas nama kemerdekaan, dan ketidakadilan diterapkan atas nama keadilan dan persamaan. Setiap urusan yang baik dan bermamfaat dapat disalahgunakan. Meskipun demikian, bagaimanapun nama keadilan tersebut disalahgunakan tidak akan tak berbeda dengan ketidakadila tersebut sendiri. Keduanya tetap berbeda. Demikian juga, bagaimanapun nama kebebasan disalahterapkan, tetapi kebebasan sejati tidak bakal sama dengan perbudakan.

Jadi tidak diragukan lagi doktrin Islam sudah dieksploitasi guna tujuan individu dan kumpulan tertentu. Tetapi tidak berarti bahwa ajaran-ajaran itu palsu atau rancu. Sebaliknya, suasana tersebut menuntut kewaspadaan beberapa masyarakat supaya ajaran itu tdak rusak, dan nilai-nilainya tidak disalahgunakan.

c) Masuknya Budaya Westernisasi (budaya kebarat-baratan)

Masuknya kebiasaan barat dapat dikatakan sebagai penyebab turunnnya moral bangsa Indonesia ketika ini. Sebenarnya kebiasaan tersebut tidaklah salah, yang salah ialah individu yang tidak dapat menyaring hal-hal yang baik guna dirinya. Dengan kebiasaan asing yang masuk ke negara kita kini ini, tidak sedikit orang memandang bahwa free sex atau materialisme ialah hal yang biasa. Keadaan ini sangat menyedihkan mengingat tidak sedikit remaja yang melakukan urusan itu dan urusan tersebut yang tidak jarang jadi masalah remaja ketika ini. Tumbuhnya kebiasaan materialisme juga dapat diliat dari banyaknya orang-orang yang sangat menyimak gaya hidup yang terkesan mewah tanpa memperdulikan selama dan masa depannya.

d) Perkembangan Teknologi

Turunnya moral bangsa Indonesia juga disebabkan oleh pertumbuhan teknologi ketika ini. Dengan fasilitas akses internet, tidak sedikit orang memanfaatkan kemudahan tersebut untuk menggali gambar atau video porno. Hal ini bila dilaksanakan terus menerus bakal merusak moral bangsa sebab pikiran mereka sudah ditembus oleh doktrin-doktrin barat yang kadang salah tersebut.

e) Lemahnya Mental Generasi Bangsa

Penurunan kualitas moral dari generasi bangsa pun dapat diakibatkan karena lemahnya mental dari generasi bangsa yang terbentuk semenjak dini, sehingga menyusun karakter yang tidak cukup baik. Karakter itu akan menjadi watak perilku seseorang dalam menjalani kehidupan. Untuk menanggulangi masalah tersebut, maka butuh diupayakan pembentukan karakter semenjak dini

f) Kurangnya Materi Aplikasi mengenai Budi Pekerti

Kurangnya pelajaran pengapliasian dari budi pekerti ialah salah satu penyebab turunnya moral bangsa anda baik tersebut dalam bangku sekolah, dan kurangnya perhatian dari guru sebagai pendidik dalam urusan pembentukan karakter peserta didik, sampai-sampai peserta didik lebih tidak sedikit terfokus pada aspek kognitif dan tidak cukup memperhatikan aspek afektif dalam pembelajaran. Hasilnya ialah peserta didik pintar dalam hal latihan tertentu, namun memiliki akhlak/moral yang tidak cukup bagus. Banyak salah satu peserta didik yang pintar andai mengerjakan soal pelajaran, tetapi tidak hormat terhadap gurunya, suka mengganggu orang lain, tidak memiliki sifat jujur, malas, dan sifat-sifat buruk lainnya.

Tingginya angka kenakalan dan kurangnya sikap sopan santun peserta didik, di anggap sebagai dampak dari tidak cukup efektifnya sistem edukasi saat ini. Ditambah lagi dengan masih minimnya perhatian guru terhadap edukasi dan pertumbuhan karakter peserta didik. Sehinga beberapa peserta didik tidak memiliki karakter positif. Pendidikan tanpa karakter melulu akan membuat pribadi tumbuh secara parsial, menjadi sosok yang cerdas dan pandai, namun tidak cukup mempunyai pertumbuhan secara lebih sarat sebagai manusia. Hal itu sudah diberikan contoh dalam sistem edukasi kita pasca reformasi. Kurikulum yang dibangun guna mencerdaskan kehidupan malah berujung untuk penurunan moral dari beberapa perserta didiknya.

Sumber : https://bit.ly/2KqzyMX