Bright Future Ahead, Pamerkan Karya Inovasi Mahasiswa Desain ITS

Bright Future Ahead, Pamerkan Karya Inovasi Mahasiswa Desain ITS

Bright Future Ahead, Pamerkan Karya Inovasi Mahasiswa Desain ITS

Bright Future Ahead, Pamerkan Karya Inovasi Mahasiswa Desain ITS

Bright Future Ahead, Pamerkan Karya Inovasi Mahasiswa Desain ITS

Berbagai karya Tugas Akhir (TA) yang inovatif dari mahasiswa Departemen Desain Produk

(Despro) dan Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dipamerkan di Atrium East Coast, Surabaya, selama empat hari hingga Sabtu (9/2/2019) besok.

Pameran bertajuk Bright Future Ahead (BFA) Vol 11 ini untuk lebih mempublikasi karya-karya mahasiswa Despro dan DKV ITS ke masyarakat luas.

Menurut Wakil Dekan Fakultas Arsitektur, Desain, dan Perencanaan (FADP) ITS, Ir Baroto Tavip Indrojarwo MSi, BFA Vol 11 merupakan pameran tugas akhir dari mahasiswa Despro dan DKV yang telah lulus sidang TA.

“Dengan adanya BFA ini, peserta pameran akan dilatih keberaniannya untuk menjadi lulusan yang siap menjadi pengusaha,

sehingga tidak hanya menunggu lamaran kerja,” tutur Baroto mengenai harapannya kepada para peserta.

Pada hari pertama dan kedua, peserta dari Despro memamerkan karya di bidang styling (gaya) dan appliances (peralatan). Sedangkan perserta dari DKV memamerkan karya di bidang videografi, ilustrasi, aplikasi, dan web. Pada dua hari terakhir, peserta dari Despro mempersembahkan karya di bidang transportasi dan alat kesehatan, sedang peserta dari DKV di bidang branding dan campaign.

Di bidang aplikasi, salah satu peserta bernama Ade Nobi Miranto mempersembahkan aplikasi pembelajaran anatomi

dan fisiologi pada kardiovaskular. Dengan nama Leminotes, aplikasi ini memiliki fitur catatan, label interaktif, dan animasi. Selain itu juga dilengkapi dengan jurnal visual yang berisi teka-teki silang dan kata acak untuk belajar secara interaktif.

Sementara di bidang styling, dipamerkan perhiasan yang berasal dari material sisa produksi wayang kulit. Adalah Annisa Intan Kumalasari yang menemukan inovasi ini. Hal ini adalah upayanya untuk memanfaatkan bahan sisa produksi, sehingga tidak ada material yang terbuang dengan percuma.

Salah satu karya di bidang appliance yang juga menarik adalah alat masak bagi penyandang tunanetra. Adalah Desi Putri Islamy yang membuat karya yang bernama Talking Kitchen Utensils for Visual Impairment with Cognitive and Inclusive Concept.

Desi menemukan fakta bahwa para penyandang tunanetra juga banyak yang melakukan kegiatan memasak. Namun problem utama mereka adalah dalam menakar bahan-bahan yang dimasukkan saat memasak. Alat masak karya Desi ini memiliki indikator untuk memberitahu seberapa banyak bahan yang diambilnya. Alat masak Desi ini juga dilengkapi huruf braille untuk mempermudah dalam membedakan masing-masing alat masak.

 

Baca Juga :