Al-Hadits

Table of Contents

Al-Hadits

Setelah Rasulullah SAW. Melantik mu’adz bin jabal sebagai gubernur Yaman, beliau bertanya kepadanya:

Yang Arti dari hadits tersebut ialah: bagaimana (cara) kamu menetapkan hukum apabila dikemukakan suatu peristiwa kepadamu? mu’adz menjawab; akan aku tetapkan berdasarkan Al-quran. Jika engkau tidak memperolehnya dalam al-quran? Mu’adz berkata; akan aku tetapkan dengan sunah rasul.jika engkau tidak memperoleh sunah rasul? Muadz menjawab; aku akan berijtihad dengan menggunakan akalku dengan berusaha sungguh-sungguh (muadz berkata); lalu Rasulullah saw. Menepuk dadanya dan berkata segala puji bagi Allah yang telah memberi petunjuk petugas yang diangkat Rasulullah, karena ia berkata sesuai dengan yang di ridhoi Allah dan Rasulnya. (HR. Ahmad Abu dawud dan Attirmidzi).

Dari hadits ini dapat dipahami bahwa seseorang boleh melakukan ijtihad dalam menetapkan hukum jika tidak menemukan ayat al-quran dan hadits yang dapat dijadikan sebagai dasarnya. Banyak cara yang dapat dilakukan dalam berijtihad itu, salahsatu diantaranya yaitu dengan menggunakan qiyas.

  1. Perbuatan Sahabat

Para sahabat nabi SAW banyak melakukan qias dalam menetapkan hukum suatu peristiwa yang tidak ada nashnya seperti alasan pengangkatan khlafiah Abu Bakar. Menurut para sahabat abu bakar lebih utama diangkat menjadi khalifah, dibanding sahabat-sahabat lain, karena dialah yang disuruh nabi saw mewakili beliau sebagai imam shalat di waktu beliau sedang sakit. Jika Rasullullah SAW ridlo Abu Bakar menggantikan beliau sebagai imam shalat, tentu beliau lebih ridlo jika abu bakar menggantikan beliau sebagai kepala pemerintahan.

Khalifah umar bin khatab pernah menulis surat kepada Abu musa al ashari yang memberikan petunjuk bagaimana seharusnya sikap dan cara seorang hakim mengambil keputusan. Di antara isi surat beliau yaitu:

Artinya: “…….kemudian fahamlah benar-benar persoalan yang dikemukakan kepadamu tentang perkara yang tidak di dapat dalam al qur’an dan sunnah. Kemudian lakukanlah qiyas dalam keadaan demikian terhadap perkara-perkara itu, dan carilah conth-contohnya. Kemudian berpganglah kepada pendapat engkau yang paling baik di sisi Allah SWT dan ang pling sesuai dengan kebenaran…………..”

RECENT POSTS